Menelusuri 5 Masjid Bersejarah Di Indonesia

Gaya negara Indonesia tidak pernah tanpa ritual keagamaan. Sebagai salah satu negara yang dikenal sebagai mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki banyak peninggalan bersejarah dalam bentuk bangunan masjid.

Beberapa masjid ini dibangun sejak lama ketika kerajaan Islam berkuasa di Indonesia dan masih berdiri sampai sekarang. 

Dari sekian banyak masjid yang masih kuat, manakah masjid bersejarah yang layak dikunjungi?

Lihat beberapa fakta tentang masjid bersejarah di Indonesia yang dapat Anda jadikan tujuan liburan Anda berikutnya.

1. Masjid Agung Baiturrahman

Pembangunan Masjid Agung Baiturrahman, yang dibangun pada 1612, diprakarsai oleh Sultan Iskandar Muda. Tempat pemujaan yang agung bagi umat Islam ini dibangun dengan gaya arsitektur yang unik untuk wilayah Aceh dan telah lama dianggap sebagai simbol kota di beranda Mekah.

Tidak hanya itu, masjid bersejarah ini telah melihat peristiwa besar di Indonesia beberapa kali, seperti serangan terhadap Kesultanan Aceh pada tahun 1873, di mana orang-orang Aceh terlibat dalam pasukan Belanda dan selamat dari tsunami Aceh pada tahun 2004. Dalam insiden baru-baru ini, Masjid Agung Baiturrahman selamat dari bencana alam dan mengubahnya menjadi perlindungan bagi penduduk yang selamat dari tsunami.


Menelusuri 5 Masjid Bersejarah Di Indonesia

2. Masjid Lawang Kidul

Selanjutnya adalah Masjid Lawang Kidul pada daftar tujuan masjid bersejarah di Indonesia. Masjid ini adalah bangunan penting selama Kesultanan Darusallam Palembang karena berfungsi sebagai pintu gerbang selatan untuk pengembangan Islam. Tidak hanya itu masjid dijadikan sebagai basis bagi pejuang di era perjuangan kemerdekaan.

Ketika Anda mengunjungi Masjid Lawang Kidul Anda akan menemukan arsitektur yang unik. Kondisi bangunan ini bersih, terawat, dan telah mempertahankan keasliannya. Anda bahkan dapat melihat mimbar kayu dengan aksen pola bunga Melayu. 

Jangan salah, mimbar ini adalah mimbar sejarah yang dibuat tahun 1890. Sejarah dan usianya yang panjang menjadikan Masjid Lawang Kidul salah satu masjid bersejarah di Indonesia yang patut Anda kunjungi.

3. Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Bangunan masjid ini juga akrab dikenal dengan nama Masjid Agung Kasepuhan atau Masjid Agung Cirebon, yang mana masjid ini terletak  persis berada di area  kompleks Keraton Kasepuhan. 

Masjid Agung Sang Cipta Rasa adalah bangunan bersejarah Kerajaan Cirebon dan masjid tertua di wilayah tersebut. Dibangun sekitar tahun 1480 Masehi. 

Dapat dikatakan bahwa masjid ini seusia dengan acara Wali Songo besar yang menyebarkan Islam di Jawa. Dikatakan bahwa Sunan Gunung Jati Sunan Kalijaga sendiri menunjuk arsitek Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

Arsitektur masjid ini menggabungkan gaya Demak, Majapahit dan Cirebon untuk menciptakan fitur bangunan yang khas dan tak terlupakan bagi wisatawan. Selain karena usia dan sejarahnya yang panjang, masjid ini memiliki kebiasaan unik yang hanya berlaku di sini. Setiap hari Jumat di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Azan Pitu, sebuah panggilan untuk sholat, diadakan, yang secara bersamaan dilakukan oleh tujuh muazin berseragam putih.

4. Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1995 dan merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid Agung Demak sendiri merupakan bangunan tempat pemujaan Kerajaan Demak di Kampung Kauman. 

Dikatakan bahwa Walisongo sering berkumpul di masjid ini.

Jika Anda mengunjungi Masjid Agung Demak, selain beribadah Anda juga dapat mengunjungi Museum Masjid Agung Demak, yang kaya akan informasi sejarah tentang masjid. Anda juga bisa melihat makam raja-raja Kesultanan Demak. Berkat nilai historisnya yang tinggi, Masjid Agung Demak adalah salah satu masjid bersejarah di Indonesia yang harus Anda kunjungi untuk liburan Anda berikutnya.

5. Masjid Tua Palopo

Masjid tua Palopo dibangun sekitar 1604 di kota Palopo dan sekarang berusia 5 abad. Pembangunan masjid diprakarsai oleh seorang pendeta, Datuk Sulaiman, yang disebut Datuk Pattimang. Secara historis, masjid ini selesai ketika Kerajaan Luwu mencapai puncaknya di bawah kekuasaan Datuk Payung Luwu XVI Pati Pasang Tampanangi, Sultan Abdullah Matinroe.

Arsitektur Masjid Tua Palopo sangat khas dan tidak mudah dilupakan oleh pengunjung. Ini karena pembangunan masjid tua ini mengandung empat unsur penting, yaitu unsur bugis lokal, Jawa, Hindu, dan Islam. Karena perpaduan empat unsur, Masjid Tua Palopo dianggap sebagai simbol terpadu antara anggota masyarakat dan menunjukkan nilai budaya lokal dengan ajaran Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *